Motor drag rx king video

Motor drag rx king video

please install flash

Modifikasi motor drag untuk rx king : Kopling 5 Per Untuk RXZ dan RX king

Modifikasi motor drag untuk rx king : Kopling 5 Per Untuk RXZ dan RX king

Bukan hanya untuk motor bebek yang bisa upgrade kopling jadi lebih banyak per Paket untuk motor sport juga tersedia. Seperti yang disediakan untuk Yamaha RX-King atau RX-Z ini.

Kedua motor ini masih banyak dipakai untuk motor drag, balap liar Termasuk di road race juga masih banyak yang memakai motor sport keluaran Yamaha di era 80-an ini. Namun kalau di road race biasanya hanya di kelas supporting race. Terutama eveny di daerah pinggiran.

“Bedanya, rumah kopling yang hanya dilengkapi 5 per. Konstruksi seperti ini seperti kepunyaan standar Yamaha TZM,”

Asyiknya paket Rp 400 ribu ini, Bisa dipakai untuk RX-King. Hanya butuh ujung penekan lebih lebar karena bagian tengah pressure plate berlubang besar. Sedang standar RX-King tengahnya buntu. Solusinya ujung stut penekan cukup diganti klep standar motor bebek.

Modifikasi motor drag rx king bore up

Piston Bore Up TKRJ, Untuk Yamaha RX-King Bisa 171 cc

Meski Yamaha RX-King sudah stop produksi, namun masih banyak dipakai untuk balap motor drag liar. Dipastikan butuh seher bore up edan-edanan untuk mengalahkan lawan.

Itu yang membuat pabrikan seher TKRJ kasih terobosan. Meluncurkan untuk bore up RX-King. “Tersedia dari diameter 64, 65 dan 66 mm,” jelas Zaenudin alias Bang Jay dari Eka Jaya Motor yang kebagian ngetes.

Untuk seher 64 mm, jika dipadukan dengan stroke standar RX-King yang 50 mm, kapasitas silinder 160,8 cc. Seher 65 mm, volume silinder jadi 165,8 cc. Lebih sangar lagi kalau menggunakan seher 66 mm, bisa mencapai 171 cc. Wow…

Bang Jay pernah mencobanya di RX-King untuk balap liar. Ketika itu melawan RX-Z yang sudah menggunakan seher RX-King oversize 100. Sanggup diasapi RX-King garapan Bang Jay yang sudah aplikasi seher TKRJ 66 mm.

Menurut Bang Jay, untuk boring bisa ganti. Kebetulan bengkel Bang Jay juga menerima ganti boring. “Karena dilengkapi dengan mesin bubut dan alat korter yang baru,” jelas Bang Jay yang banyak kirim motor korekannya ke luar Jawa.

Untuk karter tidak berlu dibubut. “Karena lubang karter sudah besar, sehingga masih aman,” argumen Bang Jay yang dulu tenar sebagai jagoan korek mesin 2-tak di road race.

Motor Drag rx king

Motor drag rx king

Jauh dari teori dan hanya main keker atau cukup dilihat. Itulah pengakuan rumus korek yang dimainkan Sukri Permana di Yamaha RX-King geberan M. Cabix. Tapi, hasilnya juara 1 kelas RX-King Frame Standar pada gelaran The Incredible Final Gear Dragbike 201 Meter Putaran 1 di area Sunburst CBD Office Park BSD City, Tangerang Selatan lalu.
Korekan keker atau terawangan terlihat seperti pada tinggi lubang buang. Diukur dari bibir atas blok silinder awalnya bilang 23 mm. Tapi, begitu ditanya lagi berubah jadi 24 mm. Mana yang benar nih?

Untuk seher menggunakan oversize 50. Diameternya jadi 58,5 mm, kini volume silinder jadi 134,31 cc. Dibulatkan jadi 135 cc. Pas banget dengan regulasi yang enggak boleh lebih dari 135 cc.

Meski sudah menggunakan seher oversize 50 dipastikan rasio kompresi akan turun. Karena lubang buang dikikis ke atas. Untuk itu, kepala silinder harus dipapas agar ruang bakar jadi kecil. Mekanik yang beken disapa Ukri ini ruang bakar jadi 14,5 cc. Tapi, begitu dihitung, rasio kompresi hanya tinggal 5,3 : 1. Kecil banget ya?

Untuk lubang isap dipapas 2 mm ke arah atas kemudian dihaluskan. Buat masuknya gas bakar, diatur oleh lidah reed valve atau harmonika kepunyaan Ninja 150R. “Agar buka-tutupnya rapi dan enggak ada bocor,” katanya.

Gas bakar hasil olahan kaburator standar ukuran 26 yang direamer jadi 30. Pasokan gas bakar di rpm bawah-menengah diatur pilot-jet 35 dan atas pakai main-jet 240.

Untuk ruang bakar, sudut squish dibuat 15 derajat. “Lebar squish sendiri dibikin 10 mm,” jelas mekanik dari Jl. Kampung Jelupang Utama, Kel. Kejaren, Tangerang Selatan.

Untuk rasio, RX-King dari tim Ardian 99 ini, masih menggunakan standar. “Untuk menghadapi trek yang cenderung menurun seperti di trek Sunburst CBD, faktor yang paling utama adalah komponen penyalur tenaga yang dihasilkan oleh engine seperti gir. Bila gir kurang tepat, motor enggak bisa laju secara maksimal,” papar Ukri.

Agar motor bisa melaju mulus di trek 201 meter, Ukri aplikasi gir belakang 32 mata dan 14 mata di depan. “Jumlah mata rantai pakai yang 104 mata dengan ukuran 415, itu paling cocok ketika menghadapi sirkuit yang cenderung menurun,” tambahnya.

DATA MODIFIKASI
Ban depan: HUT 60/90-17
Ban belakang: FDR Drag 60/90-17
Rumah kopling: TZM
Kampas kopling: Yamaha L2J
Swing arm: Super Track
Koil: Yamaha YZ 125